Tentang mereka yang selalu bersenangdung. Tak ubahnya
seorang anak kecil yang meronta ingin dibelikan mainan. Mau apalagi kamu? Cinta
itu random dan hati itu lembek. Mau kamu apakan lagi? Sentuh dikit sensitif.
bukan karna apa, yaaa aku ngeti soalnya akupun punya hati. jangan keras kalo
soal hati. Ingat itu. Ah dirimu itu bagai rembulan sebelum fajar tiba haha.
Untuk apa diciptakan sekeping hati ini kalau tidak untuk merasa. Selagi kamu
masih dihadiahkan yang namanya perasaan
ya udah rasakan aja. Aku memang bukan apa apa. Seperti kapas yang
berhamburan. Atau seperi asap yang mengepul begitu tebal. Apalah arti diriku
jika tak bisa memberi kasih lalu yang diinginkan tak guna terlaksana. Aku tak
menuntut kamu banyak melakukan ini itu. Sekedar khawatir akankah dirimu selalu baik
baik saja?
Petang semakin kelam. Kuterima sunyi
ini dalam dada. Biarkan suara suara lain hanyut terbawa angin. Ketahuilah.
Ketakutanku sudah berada di titik penghujung, entahlah sebentar lagi kemana
lagi fikiranku dibawa alam. Sungguh. Suntuk aku dalam kehidupan yang hanya
rutinitas kulakukan. Tak pernah berganti. Dari bangun tidur hingga tidur lagi.
Seperti tak ada lagi bekal untuk ditumpu. Tiap pagi membuka mata tapi masih tak
bangun dari mimpinya. Kadang satu inci senyummu sudah membawa agar waktu yang
bahkan semilisekon bisa dilampaui tanpa beban di pundak. Kumulai teruntuk orang
orang yang kucinta disana. Hidup ini tak berhenti berharap. Dan aku tetap akan
berharap kau akan selalu baik baik saja.
Sajak sajak
semaunya. Maaf aku inginkan banyak hal. padahal aku hanyalah apa. Seonggok
daging yang bernyawa. Laiknya serbuk serbuk bunga yang bergugur. Laiknya orang
yang tak punya sopan santun. Laiknya
orang yang lemah tanpa Tuhan. Seenakmya. Sesukanya. Dan sesampainya
disanaaaa....
Tak apa selalu berharap dan terus berharap. Selagi hayat masih dikandung badan. Selagi kita masih bernama insan. Dan selagi kita adalah hamba Tuhan. Masih ada jalan walau melalui celah kecil takdir Tuhan. Tak usah bimbang. Walau kenyataannya jarang tersintesa persis dimatamu, dan luka yang membanjiri ruang kosong dihatimu. Tak kusalahkan bila kamu rapuh nantinya, pesanku untukmu untuk tetap berpijaklah diatas naungan cinta. Karna cinta dan fikiran akan menarik semua yang kamu miiki. Tak lain lagi itu akan terjadi. Ada fitrah. Ada mimpi. Beradu mejadi, ada aku disini.
Tak apa selalu berharap dan terus berharap. Selagi hayat masih dikandung badan. Selagi kita masih bernama insan. Dan selagi kita adalah hamba Tuhan. Masih ada jalan walau melalui celah kecil takdir Tuhan. Tak usah bimbang. Walau kenyataannya jarang tersintesa persis dimatamu, dan luka yang membanjiri ruang kosong dihatimu. Tak kusalahkan bila kamu rapuh nantinya, pesanku untukmu untuk tetap berpijaklah diatas naungan cinta. Karna cinta dan fikiran akan menarik semua yang kamu miiki. Tak lain lagi itu akan terjadi. Ada fitrah. Ada mimpi. Beradu mejadi, ada aku disini.




0 komentar:
Posting Komentar