Menatapnya.
itu tak akan membuat kalian tau bagian episodenya
merangkak saja kau tak akan bisa mengurutkan garis sudut kataku
biarlah..
apakah hatiku sedang merekah?
ibarat burung berkecipak di langit senja, yang musimnya sangat sulit di tebak
jiwaku tertinggal di musim semi
menunggunya sekian lama sambil memekik tertahan dalam sandaran pohon akasia
masih seperti itu
Oase cintalah yang mengerti apa yang tengah berkecamuk hebat di ruang otakku
aku masih ingin termenung ke selasar gedung itu
berkelana menyusuri lorong labirin hingga berabad silam lamanya
ini hari baru namun jiwa tetap sunyi meredam
realita ramai berpenghuni memang, tapii
maafkan aku sekian kali..





0 komentar:
Posting Komentar